Cuma Plastik! Indonesia 70% Impor dari Timur Tengah, Pasokan Terganggu Perang, Harga Melejit

Ilustrasi (Ist)

Ilustrasi (Ist)

BANDUNG,- Gejolak di Timur Tengah (Timteng), khususnya konflik yang melibatkan Iran, ternyata membuat harga plastik di Indonesia melejit. Ternyata banyak masyarakat yang tidak tahu kalau Indonesia selama ini ternyata kebergantungan impor plastik dari Timteng hingga 70%. Penelusuran roemahmedia dari berbagai sumber ternyata gejolak perang Iran menyebabkan pasokan bahan baku utama plastik yang disebut nafta dari kawasan Timteng terganggu. Gangguan ini menyebabkan lonjakan harga bahan baku hingga 45% dan harga plastik kemasan naik drastis, karena sekitar 70% impor Indonesia berasal dari wilayah tersebut. Ini tentunya memicu kekhawatiran inflasi. Nafta (naphtha) merupakan senyawa hidrokarbon hasil turunan minyak bumi yang krusial untuk produksi biji plastik. Indonesia sangat bergantung pada impor nafta dari Timur Tengah, menjadikan industri plastik dalam negeri sangat rentan terhadap gangguan rantai pasok di wilayah tersebut. Lonjakan harga plastik di pasaran pada awal April 2026 mulai dirasakan pelaku usaha kecil di wilayah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Kenaikan ini diduga dipicu dampak geopolitik perang di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi pasokan bahan baku plastik global. Kondisi tersebut langsung berdampak pada meningkatnya biaya operasional, terutama bagi pedagang makanan dan minuman yang sangat bergantung pada kemasan plastik. Hampir seluruh jenis plastik mengalami kenaikan harga, mulai dari kantong, gelas plastik, hingga sedotan. Kenaikan harga ini terjadi tak lama setelah perayaan Idul Fitri 2026. Selain faktor global, terganggunya distribusi turut memperparah kondisi, sehingga harga terus merangkak naik dari tingkat produsen hingga pengecer. Berdasarkan pantauan di lapangan, berikut kisaran harga plastik per April 2026: Plastik kiloan (PE/PP/bening): Rp19.000 - Rp22.000/kg Plastik kresek/hitam: Rp15.000 - Rp25.000/pak Plastik PE bening besar: Rp20.000 - Rp59.000/ pack Tali rafia (1 kg): Rp23.000 - Rp25.000/gulung Plastik PP roll: Rp14.000 - Rp112.000 (tergantung ukuran) Gelas plastik (cup): Rp23.000 - Rp55.000 Styrofoam: Rp35.000 - Rp55.000 Harga tersebut bervariasi tergantung jenis, ukuran, serta ketebalan bahan. Kenaikan ini tentu mencekik pedagang kecil, karena hampir semua komoditas menggunakan plastik sebagai kemasan.