BANDUNG,- Lonjakan harga plastik yang dipicu dinamika geopolitik global menjadi sorotan serius Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Guna Karya.
Menurut Buky, krisis lonjakan kenaikan harga plastik akibat terjadi peperangan di Timur Tengah, justru menjadi titik balik untuk mendorong perubahan besar dalam cara berpikir dan bertindak.
"Masyarakat perlu mulai menghentikan penggunaan plastik dan beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan," ujar Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa Karya Guna, di Bandung belum lama ini.
Buky melihat situasi ini bukan sekadar tekanan ekonomi, melainkan momentum penting untuk mengubah pola konsumsi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan berbasis impor.
"Kita pakai analogi ya. Kadang kita pada titik tertentu, mengalami persoalan yang sangat berat. Sehingga ada ketidakseimbangan dalam berpikir secara kejiwaan. Disekuilibrium. Kalau negara kita sanggup melewati fase ini, berarti Indonesia akan maju satu tahap," ujar ujarnya.
Buky menilai, kenaikan harga plastik seharusnya dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengurangi limbah yang selama ini menjadi persoalan kronis.
Ia mendorong masyarakat mulai beralih ke wadah berbahan organik, meskipun diakui harganya saat ini masih relatif lebih tinggi.
Namun demikian, ia menekankan bahwa tantangan tersebut bisa diatasi jika ada kolaborasi kuat antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menciptakan solusi produksi alternatif secara massal.
"(Contoh) Ciptakan saja mesin pembuat piring dari pelepah pisang," ucapnya.
Lebih jauh, Buky menyoroti minimnya dukungan terhadap inovasi dalam negeri. Ia menyebut banyak terobosan teknologi lahir di tingkat lokal, namun sulit berkembang karena tidak terintegrasi dalam kebijakan nasional.
"Seringkali inovasi itu terjadi di wilayah mikro. Misalnya plastik menjadi bahan bakar. Di Cimahi saja ada, saya sudah ke sana. Tapi untuk jadi besar susah. Hanya mikro-mikro saja gitu kan. Tidak pernah dijadikan program nasional," katanya.
Ia pun mendorong agar inovasi lokal tidak hanya berhenti sebagai proyek kecil, melainkan diperkuat menjadi gerakan besar yang didukung kebijakan dan pendanaan.
"Kita harus optimis, bahwa negara kita akan bisa mengatasi gelombang disekuilibrium tadi," ujarnya.
gejolak perang Iran menyebabkan pasokan bahan baku utama plastik yang disebut nafta dari kawasan Timteng terganggu.
Gangguan ini menyebabkan lonjakan harga bahan baku hingga 45% dan harga plastik kemasan naik drastis, karena sekitar 70% impor Indonesia berasal dari wilayah tersebut. Ini tentunya memicu kekhawatiran inflasi.
Nafta (naphtha) merupakan senyawa hidrokarbon hasil turunan minyak bumi yang krusial untuk produksi biji plastik.
Indonesia sangat bergantung pada impor nafta dari Timur Tengah, menjadikan industri plastik dalam negeri sangat rentan terhadap gangguan rantai pasok di wilayah tersebut.
News
Ketua DPRD Jabar Buky Angkat Bicara soal Harga Plastik Melonjak
9018-04-2026 11:382 Mins read0 Comment
Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa.
Baca Juga
ragam
Rekam Jejak Yuke, Tak Pernah Berkecimpung di Perkoperasian, sempat Mencuat terkait Kasus "flashdisk"
yoga7109-04-2026 19:562 Mins read ragam
Viral video ribuan motor listrik untuk SPPG menuai sorotan DPRD Jabar
yoga7109-04-2026 10:452 Mins read ragam
Ketua Dekopin dan Gubenur Jabar Berperan Besar Jadikan Yuke Ketua Dekopinwil Jabar, Nurodi; Saya Mengalah
yoga7102-04-2026 07:252 Mins read ragam