Komisi V Pelajari Inovasi Guru Keliling di Dinas Pendidikan Sulawesi Utara

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Achmad Ru'yat bersama Pimpinan dan Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan studi Banding dalam rangka mencari data dan informasi terkait kurikulum prototipe ke SMKS Kristen 2 Tomohon. Rabu, (26/1/22).

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Achmad Ru'yat bersama Pimpinan dan Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan studi Banding dalam rangka mencari data dan informasi terkait kurikulum prototipe ke SMKS Kristen 2 Tomohon. Rabu, (26/1/22).

BANDUNG, roemahmedia.com - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Achmad Ru'yat menilai, sistem pendidikan di Provinsi Sulawesi Utara sangatlah inovatif. Terlebih, dalam ditengah situasi pandemi Covid-19, seluruh sekolah yang berada di Sulawesi Utara mampu menerapkan pembelajaran tatap muka 100%. "Sulawesi Utara sangatlah disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan itu kami rasakan saat mendarat di bandara Sam Ratulangi langsung di swab antigen lagi ini luar biasa, dan nampaknya ada payung hukumnya, peraturan daerah Pemprov Sulawesi Utara dan juga ada kebijakan anggaran untuk antigen dan lainnya," ujarnya. Selain itu, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Abdul Harris Bobihoe mengapresiasi terkait inovasi yang sangat produktif dalam menunjang kegiatan pembelajaran siswa di masa pandemi. Inovasi itu ialah, Guru Keliling (Guling) yang bergerak secara langsung mengunjungi muridnya dari rumah ke rumah. "Hingga mencapai daerah terpencil terutama daerah pulau terluar dari Provinsi Sulawesi Utara dan zona blank spot terutama pada saat Pandemi Covid-19 ini," ujarnya, saat melaksanakan studi Banding Komisi V ke Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara. Abdul Harris menyebutkan, pihaknya akan mempelajari inovasi tersebut untuk di adopsi di Jawa Barat. "Semoga hal ini bisa menjadi jawaban atas kendala blank spot di Jabar serta dalam upaya penyelarasan pendidikan sampai daerah terpencil di Jawa Barat," Pungkasnya.