Pansus VIII DPRD Jabar Kunker Ke PT LEN Agra Energy

Pimpinan dan Anggota Panitia Khusus (Pansus) VIII DPRD Jabar melakukan kunjungan dan rapat kerja (raker) dengan PT LEN Agra Energy, (Selasa, 15 Februari 2021).

Pimpinan dan Anggota Panitia Khusus (Pansus) VIII DPRD Jabar melakukan kunjungan dan rapat kerja (raker) dengan PT LEN Agra Energy, (Selasa, 15 Februari 2021).

BANDUNG, roemahmedia,com - Pimpinan dan Anggota Panitia Khusus (Pansus) VIII DPRD Jabar melakukan kunjungan dan rapat kerja (raker) dengan PT LEN Agra Energy, yang merupakan anak salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT LEN, Selasa, 15 Februari 2021.  Rapat tersebut terkait dengan pembahasan perubahan raperda atas Perda Nomor 14 Tahun 2013 tentang Pembentukan BUMD Bidang Minyak dan Gas Bumi Lingkup kegiatan usaha hulu dan perubahan atas Perda Nomor 10 Tahun 2014 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi Jabar pada PT Migas Hulu Jabar  Sebelumnya, Ketua Pansus VIII DPRD Provinsi Jawa Barat H. Dr. Abdul Harris Bobihoe mengatakan untuk kedepannya kita akan menggabungkan beberapa usaha minyak bumi dan gas yang berada di Jawa Barat untuk menjadi satu holding company.  Menurut Harris, setelah tercipta suatu holding company dalam bidang minyak bumi dan gas akan membuat manajemen yang lebih baik, akan tetapi ia juga mengatakan perlu ada pelajaran dan evaluasi yang intens sehingga kedepannya penggabungan perusahan menjadi satu perusahaan merugi.  "Saya kira manajemennya akan lebih baik lagi, tetapi untuk kearah sana kita perlu banyak mendalami sehingga kedepannya penggabungan perusahan menjadi satu perusahaan merugi," ucapnya.  Lebih lanjut Bobihoe tidak ingin BUMD Migas Hulu Jabar (MUJ) yang begitu sehat, sangat baik, memberikan defiden, tapi ketika mengembangkan usaha malah jadi tidak karuan. "Kita tidak ingin BUMD Migas Hulu Jabar ( MUJ ) yang begitu sehat, sangat baik, memberikan defiden, tapi ketika mengembangkan usaha malah jadi tidak karuan," tambahnya. "Kita ingin memberikan tambahan modal sampai dengan 2 Triliun, tapi dengan komitmen kita harus fokus terhadap pengelolaan minyak bumi dan gas," tutupnya.