Warga NU dan PKB Jabar Pastikan Tetap Kondusif

Spanduk kaitan kondusifitas NU dan PKB di Jabar terpasang di Jl. Belitung Depan Taman Lalu Lintas Bandung (Foto diambil Kamis 9/3

Spanduk kaitan kondusifitas NU dan PKB di Jabar terpasang di Jl. Belitung Depan Taman Lalu Lintas Bandung (Foto diambil Kamis 9/3

BANDUNG, roemahmedia.com - Warga Nahdlatul Ulama NU Jabar dan PKB Jabar tetap kondusif pasca pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Ketua PKB Miahimin Iskandar. Sebelumnya Gus Yahya mengatakan bahwa, Ormas NU bukan hanya orang-orang PKB saja. Melainkan seluruh berbagai partai politik maupun pemerintah. di Kantor PBNU Jakarta, Rabu (1/2/2023). Sementara itu, beberapa pengurus pontren di Jabar yang juga warga Nahdliyyin saat dihubungi tidak berkenan memberikan komentar nya. Termasuk Ketua PWNU Jabar KH Juhadi Muhammad dan Ketua Komisi 2 DPRD Jabar Rahmat Hidayat Jati dari Fraksi PKB Jabar. "Waalaikumussalam wbr m mohon maaf sy lbh baik ga komentar mas" begitu jawaban singkat Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad melalui pesan WhatsApp-nya, Selasa 7 Maret 2023. Namun demikian beberapa warga pengurus Pontren yang warga NU yang juga tidak mau disebutkan namanya mengharapkan PBNU maupun PKB untuk lebih meningkatkan komunikasi internal agar tidak ada pernyataan yang memunculkan pemahaman persepsi yang berbeda di masyarakat NU dan masyarakat umum. Beberapa kalangan warga Nahdliyyin yang juga tokoh-tokoh NU menyatakan hubungan NU Jabar tetap solid dan hubungan pdengan PKB Jabar tetap kondusif. "Anggota PKB itu warga NU, tapi tidak semua warga NU itu anggota PKB tapi juga ada yang menjadi anggota partai lain karena NU bersikap netral dalam pilihan politiknya, sikap politis NU itu sudah sejak dulu bukan baru dari pernyataan Gus Yahya," jelas salahseorang pengurus Pontren di Ciparay Kab Bandung yang juga sebagai warga NU. Sedangkan salah seorang mengurus NU di Purwakarta berharap pada tahun politik ini semua warga NU di Jabar tetap menjaga kondusifitas menjelang Pemilu dan Pilkada serentak 2024. Warga NU agar tidak terpancing terhadap provokasi ataupun pernyataan serta informasi maupun berita yang memancing perpecahan di kalangan Umat Nahdliyyin. "Biasa di tahun politis ini suhu politis meningkat, dan warga NU ini terbesar di Indonesia, pastilah ada pihak-pihak yang berupaya memecah belah , ya tentunya kaitannya dengan Pemilu dan Pilkada nanti," katanya. Sedangkan Ketua PWNU KH Juhadi saat diwawancarai awak Media seusai terpilih sebagai Ketua PWNU Jawa Barat dalam rencana programnya tidak ada mengarah ke politik KH Juhadi berkeinginan untuk memajukan NU Jawa Barat di sektor pengembangan dakwah, ekonomi, kesehatan dan pendidikan, khususnya pendidikan pesantren. "Ini tentu yang menjadi program prioritas kami dalam lima tahun ke depan, sehingga pada sektor-sektor tersebut akan lebih dikembangkan lagi dengan kerja sama semua komponen terutama warga Nahdliyin Jawa Barat," ucap Kiai Juhadi kepada wartawan, Minggu (31/10). KH Juhadi dalam waktu dekat akan menggelar konsolidasi PCNU se-Jawa Barat guna mempersiapkan beberapa program prioritasnya dan soliditas kader NU Jabar. "InsyaAllah dalam waktu dekat ini, kami akan mengadakan konsolidasi PCNU se-Jawa Barat, yang poin utamanya membahas program prioritas dan soliditas kesiapan kader-kader NU Jabar dalam menghadapi tantangan zaman ke depan," tandasnya saat itu. *** Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tak mempersoalkan pernyataan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya yang menyebut warga NU tak diharamkan memilih atau mencoblos partai politik lain selain PKB. Cak Imin mengatakan pernyataan Gus Yahya itu sebagai ucapan yang biasa saja dan bukan hal yang mengagetkan. "Ya biasa aja itu, kan sama dari dulu yang begitu emang enggak ada yang baru," kata Cak Imin, di Surabaya, Rabu (22/2). Ia mengatakan pernyataan Gus Yahya itu juga bukan ancaman bagi PKB. Dia yakin warga NU akan tetap memilih partai yang didirikan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu. "Ya harus yakin lah [warga NU tetap pilih PKB]. Enggak [ancaman] lah. Itu biasa aja itu," ucapnya. Menurut Cak Imin, PBNU yang dipimpin Gus Yahya sekarang juga tak ada bedanya dengan PBNU yang diketuai KH Said Aqil Siroj yang lalu. Kata dia, PBNU hingga saat ini juga dianggotai dan diurus oleh sejumlah kader partai, seperti Golkar hingga PDI Perjuangan. "Dulu Kiai Said PBNU-nya dari PDIP dari Golkar, PBNU Kiai Said sama aja dengan PBNU yang sekarang," katanya. "Anggota PBNU Kiai Said, sekarang Yahya, seperti itu juga sama aja enggak ada yang baru, biasa aja," lanjutnya.