MGP Ancam Demo Acara Pekan Kerajinan Jabar, Agus: Fashion Show OPD tak pantas saat Masyarakat Menjerit Sembako Mahal

Penggiat Anti Korupsi dari LSM MGP, Agus Satria.

Penggiat Anti Korupsi dari LSM MGP, Agus Satria.

BANDUNG, roemahmedia.com - LSM Manggala Garuda Putih (MGP) mengancam akan melakukan demo ke Gedung Sate berkaitan adanya penyelenggaraan Pekan Kerajinan Jawa Barat 7-9 Juli 2023 yang diselenggarakan Pemprov Jabar melalui Dekranasda Jabar dan Dinas Indag Jabar dan BI Perwakilan Jabar di Gedung Sate Bandung. Menurut Penggiat anti Korupsi Agus Satria dari LSM MGP, acara Fashion Show OPD yang melibatkan para kepala OPD lingkup Pemprov Jabar tidak pantas digelar di saat masyarakat menjerit karena harga sembako yang masih mahal. Contohnya harga daging ayam tetap bertengger Rp 38rb sampai 40 rb lebih di pasar. "Tak pantas masyarakat menjerit harga sembako mahal, para pejabat Pemprov Jabar malah akan jingkrak-jingkrak jadi model di Fashion Show OPD," ujar Agus melalui What'sApp-nya, Rabu 5 Juli 2023. Agus menyoroti kinerja Dinas Indag Jabar berkaitan menjaga stabilitas harga sembako seperti halnya harga daging dan telur ayam yang terus meroket. "Harusnya Dinas Indag Jabar harus konsen dan fokus melakukan stabilisasi harga sembako, bukan malah bikin panggung buat jingkrak-jingkrak para pejabat Pemprov Jabar," jelas Agus. Pihaknya akan melakukan demo dengan masyarakat Bandung Raya jika acara fashion show tidak dibatalkan. Kalau alasan klasik seakan-akan sebagai upaya promosi batik, Agus menganggap hal itu sudah biasa alasa klise para pejabat Pemprov Jabar yang notabene tidak ada indikator seberapa jauh efektivitas fashion show OPD dengan peningkatan kesejahteraan pembatik, yang ada hanya pihak-pihak pembatik tertentu saja. "Fashion Show OPD ini sekali lagi tak pantas digelar di saat sikon masyarakat yang tengah kesulitan memenuhi kebutuhan pokok hidup sehari-hari dan acara fashion show akan sangat menyakitkan hati masyarakat karena terkesan hura-hura dan menghambur hamburkan biaya," tandas Agus. Agus juga menyoroti menduga adanya dana sponsor dari instansi lain di luar APBD Jabar. Sehingga terlihat dipaksakan masuk pada agenda kegiatan PKJB tersebut. "Nggak nyambung masa kegiatan kerajinan kok ada festival teh.. ada kesengajaan disisipkan di agenda kegiatan PKJB," jelas Agus. Pihaknya dengan LSM Manggala Garuda Putih (MGM) akan menelusuri serta meminta klarifikas dan transparansi soal dugaan adanya dana sponsorship. "Terutama legal aspeknya, Berapa besaran dana sponsor, darimana sumber dananya, administrasi penyaluran sepert apa, sistem kerjasamanya seperti apa, hingga penggunaan dana tersebut, semua harus jelas dan transparan," ujar Agus. Kalau memang betul 100 persen dana sponsorhip acara PKJB ini Pemprov Jabar hanya 'nebeng', Agus malah mempertanyakan kredibilitas Pemprov Jabar dan Dekranasda Jabar. "Duh memprihatinkan dan memalukan PKJB itu kegiatan yang sudah jadi Ikon Dekranasda Jabar selama ini dan rutin dilakukan setiap tahun sejak sebelum pemerintahan Ridwan Kamil, kini malah harus nebeng ke pihak lain, memangnya sudah tidak bisa sisihkan anggarannya?" tanya Agus. Agus juga mengajak para wakil rakyat di DPRD Jabar agar memanggil segera Kadis Indag Jabar, BI Jabar dan Dekranasda Jabar untuk konfirmasi.dan meminta keterangan dana PKJB serta kaitan ketidakpatutan kaitan acara Fashion Show OPD. "Tindaklanjutnya, Kami akan segera meminta klarifikasi dan keterangan penyelenggaraan PKJB ini kepada Ketua Dekranasda Jabar dan Kepala Dinas Indag Jabar," pungkasnya.