Ketum PAN Zulkifli Hasan Diserang Hoaks, BM PAN Jabar Keluarkan Kecaman

Ketum PAN Zulkifli Hasan

Ketum PAN Zulkifli Hasan

BANDUNG,– Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Jawa Barat menyatakan sikap tegas mengecam atas maraknya konten yang dinilai mengandung fitnah dan hoaks yang menyerang Menteri Koordinator Pangan sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Sekretaris DPW BM PAN Jawa Barat, Renvinno Aldian Ramadhan, menyebut ruang digital saat ini kian dipenuhi pola serangan lama: mendiskreditkan pejabat publik melalui informasi yang dipelintir. “Ruang digital kita sudah terlalu lama dicemari pola lama: kalau tidak suka pada pejabat, serang dengan hoaks. Hal tersebut ditujukan kepada Bapak Zulkifli Hasan yang bertubi-tubi menjadi sasaran,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4/2026). Menurutnya, dalam sepekan terakhir, beredar berbagai konten yang memotong video, menghilangkan konteks pernyataan, hingga memanipulasi gambar seolah berasal dari media arus utama. Bahkan, kebijakan yang bukan berada dalam kewenangan kementerian yang dipimpin Zulkifli Hasan turut dikaitkan secara tidak relevan. “Ini bukan kritik. Ini fabrikasi,” tegasnya. BM PAN Jabar menilai penyebaran hoaks tidak hanya merugikan individu yang menjadi target, tetapi juga merusak kualitas diskusi publik. Isu-isu strategis seperti harga pangan, kebijakan ekspor-impor, hingga perlindungan UMKM dinilai tenggelam oleh arus informasi menyesatkan. “Ketika publik dipaksa menelan kabar bohong, yang mati pertama kali adalah diskusi kebijakan. Yang tersisa hanya amarah yang digerakkan oleh konten sampah,” kata Renvinno. Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa kritik terhadap pejabat publik tetap merupakan bagian penting dalam demokrasi. BM PAN mendorong kritik berbasis data dan disampaikan melalui mekanisme yang tepat, baik di parlemen, media, maupun forum terbuka. Dalam pernyataannya, BM PAN Jabar menyampaikan tiga catatan utama: Pertama, kepada pihak yang memproduksi hoaks, mereka disebut sebagai “pengecut digital” yang memelintir fakta untuk kepentingan politik. Kedua, kepada masyarakat sebagai pengguna media sosial, BM PAN mengingatkan agar tidak sembarangan membagikan informasi tanpa verifikasi karena berpotensi memperkuat penyebaran kebohongan. Ketiga, kepada aparat penegak hukum, BM PAN meminta penindakan tegas terhadap aktor di balik produksi hoaks, dengan tetap membedakan secara jelas antara kritik dan informasi palsu. “UU ITE ada bukan untuk pajangan. Tapi jangan juga dijadikan alat untuk membungkam kritik,” ujarnya. BM PAN Jabar menegaskan bahwa sikap mereka bukan semata membela figur tertentu, melainkan menjaga rasionalitas ruang publik. “Sikap kami jelas, melawan setiap hoaks. Bukan karena membela Zulkifli Hasan, tapi membela akal sehat. Hari ini beliau yang diserang, besok bisa siapa saja,” kata Renvinno. (ARA)