Jelang Peringatan Harganas 2026, perempuan masih banyak tertimpa Persoalan

Anggota Fraksi PKS DPRD Jabar  Siti Muntamah, pada acara reses , yang berlangsung (17/6).

Anggota Fraksi PKS DPRD Jabar Siti Muntamah, pada acara reses , yang berlangsung (17/6).

BANDUNG- Hari Keluarga Nasional ( Harganas) sudah rutin diperingati setiap tanggal 29 Juni. Peringatan itu, tentunya harus menjadi momentum evaluasi atas dukungan dari pemerintah untuk menjaga ketahanan keluarga. Keluarga, salah satunya ditentukan oleh peran perempuan. Kondisi terkini, masih banyak persoalan yang menimpa kalangan perempuan. "Hingga saat ini perempuan masih kerap dilanda berbagai persoalan," ungkap Anggota Fraksi PKS DPRD Jabar Siti Muntamah, pada acara reses , yang berlangsung (17/6). Menurut Siti, hingga saat ini, banyak kasus yang menimpa kalangan perempuan, mulai kasus kekerasan dalam rumah tangga dan tingginya angka perceraian Perempuan dalam kondisi demikian tentunya menjadi rawan persoalan sosial. "Menyikapi kondisi itu harus ada solusi atas dampak negatif yang ditimbulkannya," ujar Siti Salah satu solusinya perlu ada upaya yang komprehensif yang nantinya akan memberikan manfaat yaitu lahirnya Kreatifitas perempuan. Upaya membangun kreativitas bagi perempuan itu banyak peluangnya. Hal ini, berkorelasi dengan potensi yang ada di tiap wilayah. Bagi di Kota Bandung, untuk membangun kreativitas ini sangat banyak apalagi di Kota Bandung telah mempunyai potensi UMKM dan produk fashion yang telah mempunyai keunggulan. Siti mengemukakan, untuk mencegah terjadinya perempuan rawan sosial, juga diperlukan keterlibatan perempuan dalam kegiatan kemasyarakatan salah satunya dalam kegiatan Majelis ta'lim. "Peringatan Harganas di tahun ini, tentunya pemerintah harus secara kontinu melakukan pembinaan kepada perempuan sehingga perempuan dapat berdaya dan mandiri," ujar Sit.