Kepala BMPR dan Kadisdik Jabar asal Purwakarta Dinilai Cuek, LSM Pemuda akan Geruduk Lembur Pakuan KDM

Audiensi LSM Pemuda yang hanya diterima Kasubag TU Dinas BMPR Jabar.

Audiensi LSM Pemuda yang hanya diterima Kasubag TU Dinas BMPR Jabar.

BANDUNG,- KEPALA Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat Agung dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Purwanto yang keduanya merupakan pejabat yang direkrut dari Purwakarta mulai digoyang. LSM Pemuda dan Mahasiswa akan berunjuk rasa di Lembur Pakuan, Kamis 19 Februari mendatang, rencana aksi unjuk rasa tersebut sebagai luapan rasa kekecewaan terhadap kedua pejabat tersebut. Keduanya dinilai terkesan acuh dan cuek terhadap kritik masayarakat. Dalam keterangannya, Ketua Bidang Hukum LSM Pemuda Andri, S.H menyampaikan jika pihaknya telah berulang kali mendatangi Kantor Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat untuk menyuarakan berbagai kritik, khususnya terkait buruknya Umur Layanan Jalan (umur rencana) pada proyek yang dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat namun tidak pernah mendapat tanggapan. Selain itu, Andri juga menyebutkan jika isu yang akan diangkat dalam rencana aksi unjuk rasa di Lembur Pakuan tersebut yaitu ada dua: Terkait buruknya Umur Layanan Jalan (umur rencana) pada proyek yang dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, dimana proyek – proyek di Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat yang baru saja selesai dilaksanakan namun telah mengalami kerusakan (gagal konstruksi) tidak sesuai spesifikasi, cacat teknis. Terkait isu adanya orang atau pihak berinisal DK, H.U, dan inisial HD yang mampu mengendalikan atau mengatur proyek di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan menjaul / mencatut nama KDM, namun Kepala Dinas Pendidikan bungkam terhadap isu tersebut. "Aksi Unjuk Rasa di Lembur Pakuan Subang menurutnya dianggap tepat, karena aksi unjuk rasa di Dinas terkait atau di Kantor Gubernur tidak pernah mendapat tanggapan baik dari Kepala Dinas maupun dari KDM itu sendiri," ungkap Andri, pekan lalu. Pada dasarnya sejak kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi yang biasa disapa KDM, masyarakat Jawa Barat merasa mempunyai peluang dan akses langsung terhadap Gubernur untuk menyampaikan berbagai keluhan dan masalah, termasuk kritik dalam rangka menjaga jalannya roda Pemerintahan Provinsi Jawa Barat tetap berjalan sesuai dengan harapan masyarakat. Melalui konten – kontennya, KDM juga tengah getol mengawasi berbagai program yang sudah di rencanakan semenjak dilanitk menjadi Gubernur, salah satunya kegiatan pembangunan Infrastuktur Jalan yang ada di ruas Jalan Wilayah Provinsi Jawa Barat, dan alhasil masih banyak ditemukan pengusaha nakal yang mempermainkan spesifikasi teknis pekerjaan jalan serta tidak sesuai dengan yang diharapkan rakyat.***